Minggu, 26 Desember 2010

TIPS MEMBUAT NOVEL DAN CERPEN

NOVEL
 Kamu punya bakat nulis? Pengin jadi penulis novel tapi nggak tau darimana mulainya? Gimana cara ngirim naskah kita ke penerbit dan supaya naskah kita bisa diterima untuk diterbitkan jadi sebuah novel? Tip-tips dibawah ini mungkin bisa membantu. Tips-tips ini ditulis berdasarkan pertanyaan yang sering ditanyakan pada luna lewat email, Friendster, atau YM.

Gimana sih cara ngirimin naskah ke penerbit sampe bisa diterbitin? Dan syarat-syaratnya apa aja?
Gampang kok. Yang pertama kamu tentu aja harus bikin naskah novel dulu hee..hee..hee... setelah itu diprint dan dijilid. Lalu kirim ke penerbit yang kamu mau. Biasanya setiap penerbit mencantumkan alamatnya di buku terbitannya. Jangan lupa tulis juga alamat lengkap dan nomer telpon kamu, jadi kalo misalnya naskah kamu diterima, bisa cepet dihubungi. Lalu tinggal tunggu kabar dari penerbit.

Berapa lama kita menunggu kabar naskah kita?
Rata-rata penerbit memberi jangka waktu 3 bulan untuk menyeleksi naskah. Bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama, tergantung kesibukan mereka dan banyaknya naskah yang masuk. Jadi sabar aja yaaa...

Apa ada format tertentu dalam membuat naskah novel? Kira-kira berapa batas minimal dan maksimal naskah kita?
Sebetulnya nggak ada format baku dalam membuat sebuah novel. Umumnya penerbit emang mensyaratkan naskah diketik 1,5 spasi diatas kertas A4. Tapi itu juga nggak begitu kaku. Kalo nggak ada kertas A4, bisa pake ukuran lainnya (folio atau quarto, asal jangan pake A3 yaaaa... kegedean). Hurufnya juga nggak usah macam-macam. Cukup huruf standar aja (Times New Roman, 12 pts). Soal banyak halaman, yang penting jangan terlalu tebal (apalagi untuk penulis baru) tapi juga jangan terlalu tipis, hingga nggak bisa jadi buku. Mungkin sekitar 80 - 150 halaman dengan ketikan 1,5 spasi A4.

Lalu bagaimana dengan ilustrasi cover? Apa kita harus bikin sendiri?
Tentu aja nggak. Nggak semua orang punya bakat menggambar/melukis. Setelah buku kita dipastikan akan diterbitkan, biasanya pihak penerbit akan menunjuk salah seorang ilustrator mereka untuk membuat ilustrasi cover novel kita. Kita boleh aja ngasih masukan, atau ide, mo bagaimana cover itu nantinya. Beberapa penerbit seperti GPU akan menunjukkan draft cover yang udah mereka bikin pada penulisnya untuk mendapat persetujuan sebelum dicetak. Tapi kalau kita punya bakat gambar, bisa aja kita bikin cover sendiri. Hal itu bisa dirundingkan dengan pihak penerbit.

Saya ingin memakai nama samaran untuk buku saya. Apakah saat mengirim naskah ke penerbit saya harus tetap memakai nama asli saya, atau langsung pake nama samaran?
Saat mengirim naskah, tentu aja harus pake nama asli. Soal mo pake nama samaran / nama pena di buku kita kalo diterbitin, bisa dibicarakan nanti dengan pihak penerbit. Saat penandatanganan kontrak juga kita harus pake nama asli kita, agar suatu saat nggak timbul masalah. Dan lagi, pihak penerbit berhak tau data-data diri kita yang sebenarnya dong, walau mungkin hanya untuk arsip mereka dan nggak akan mempublikasikannya tanpa izin kita. Jadi nggak masalah kita mo pake nama samaran kayak apa, awal ngirim naskah harus menyertakan data-data asli kita, termasuk juga nama asli.

Boleh nggak kita kirim naskah dalam bentuk disket/CD atau email? Kan lebih praktis...
Walau ada beberapa penerbit yang memperbolehkan mengirim naskah dalam bentuk file, tapi umumnya penerbit (terutama penerbit besar) menginginkan naskah dikirim dalam bentuk print-out. Setelah naskah kita udah pasti diterima, baru mereka minta filenya. Dan sebaiknya memang yang pertama kali kita kirim print-outnya, dengan berbagai alasan. Pertama mungkin dari segi kepraktisan bagi penerbit. Naskah yang diprint lebih mudah dibaca dimana aja, nggak harus di depan komputer. Jarang ada orang yang mau berlama-lama di depan komputer hanya untuk membaca naskah, apalagi kalo naskah yang masuk banyak. Hal itu juga akan membuat naskah kita cepet dibaca dan diambil keputusan diterima/nggak. Yang kedua adalah demi keamanan. Walau biasanya penerbit menjamin kalo naskah yang masuk nggak bakal di plagiat/dibajak, baik oleh mereka atau pihak lain, tapi siapa yang bisa menjamin 100%? Walaupun hasil print-out juga bisa dibajak, tapi nggak segampang naskah dalam bentuk file yang bisa dicopy dan diedit dengan cepat.

Apa kita boleh mengirim satu tema cerita ke berbagai penerbit sekaligus?
Kalo menurutku sih boleh aja. Silahkan mengirim satu judul cerita ke berbagai penerbit sekaligus. Tapi kalo misalnya nanti cerita kita diterima oleh lebih dari satu penerbit, kita harus memilih hanya satu penerbit saja.

Tips membuat novel yang bagus?
Tips membuat novel yang bagus? Nggak ada. Kalo kamu pengin nulis, tulis aja. Jangan pikirin teori menulis, format tulisan, atau bagus atau nggak tulisan kamu. Pokoknya tulis aja apa yang ada di pikiran kamu. Setelah itu kan bisa dibaca dan diedit lagi. Dan setelah itu jangan ragu-ragu nunjukin tulisan kamu ke orang lain. Ke keluarga atau temen kamu. Buat apa nulis kalo cuman disimpen aja. Minta pendapat mereka, dan jadikan itu sebagai bahan revisi sebelum kamu kirim naskah kamu ke penerbit. Dan kalo naskah kamu ditolak, jangan putus asa. Kamu bisa revisi naskah kamu, liat apa kekurangannya (biasanya penerbit ngasih alasan kenapa naskah kamu ditolak), lalu kirim lagi ke penerbit lain atau ke penerbit yang sama juga boleh. Atau kamu bisa bikin cerita lain yang lebih baik. Pokoknya jangan cepat menyerah dan pede aja...



 CERPEN



Membuat cerpen sangat mudah. Itu kata cenpenis, orang biasa membuatnya. Tapi bagi orang lain, terutama orang yng belum pernah membuat atau orang yang akan mencoba mungkin terasa susah. Karena tidak tahu bagaimana cara membuatnya dan darimana harus memulainya. Tapi jangan khawatir, lewat artikel ini saya akan memandu kamu hingga bisa mewujudkan keinginan itu.
Membuat cerpen ibarat kamu menceritakan sesuatu kepada seorang teman. Bedannya kalau kamu bercerita dengan mulut dan dalam bentuk lisan, sedangkan kalau cerpen dengan tangan dan dalam bentuk tulisan. Jadi kamu tinggal merubah dari bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. Baca artikel ini hingga selesai, karena saya akan memberikan kiat yang jitu kamu.
Pada saat kamu bercerita, tentu saja apa yang ceritakan itu lebih banyak pengalamanmu sendiri daripada pengalaman orang lain, meski sekali-kali kamu juga suka menceritakan pengalaman orang lain. Tetapi kamu akan merasa lebih lancar jika kamu menceritakan pengalamanmu sendiri, karena pengalamanmu tersimpan dengan baik dalam otak, hingga pada saat bercerita, kata-kata itu meluncur dengan sendirinya.
Nah, kalau kamu termasuk orang pandai bercerita atau kamu termasuk orang banyak ngomong, pasti kamu bisa membuat cerpen, apalagi kamu termasuk tipe orang yang selalu bercerita secara detail. Jadi mulailah membuat cerpen dengan pengalamanmu atau segala sesuatu yang kamu alami. Saya yakin kamu punya kenangan indah, punya kenangan pahit dan punya kenagnan lucu lucu.
Semua kenangan bisa kamu jadikan cerpen dan bisa jadi cerita menarik bagi orang lain. Masalah baik dan buruknya sebuah cerpen tergantung meramunya. Masalah panjang pendeknya tergantung cara kamu menuturkannya. Kedua masalah itu nanti akan diketahui setelah kamu membuatnya. Yang pasti sekarang bagaimana memulai membuat sebuah cerpen. Itu yang paling penting.
Nah sekarang saya akan memberikan sebuah tip agar kamu bisa membuat cerpen. Pertama, siapkan alat perekam. Bisa HP-mu, bisa juga tape recorder kecil. Usahakan alat itu kamu sembunyikan di dalam tas atau di balik baju. Kedua, siapkan bahan yang akan kamu ceritakan. Ketiga, carilah teman dekat kamu yang biasa kamu jadikan tempat curhat dan ajaklah ke suatu tempat yang nyaman.
Sampai di suatu tempat, hidupkan alat perekam itu, lalu kamu mulai bercerita. Misalnya kamu dapat cewek atau cowok baru. Temanmu pasti akan bertanya siapa namanya. Sebutkan nama cewek atau cowok baru itu. Temanmu itu pasti akan bertanya lagi, dimana kamu mengenal dia. Saat itu kamu sebutkan nama tempat itu, berikut situasi tempat itu secara panjang agar jelas dimata temanmu.
Temanmu akan bertanya lagi, kapan kamu mengenalnya. Jawablah pertanyaan itu. Misalnya kamu mengenal cewek atau cowok itu pada malam ulang tahun salah seorang teman. Ceritakan pula situasi pada ulang tahun itu, misalnya jumlah orang yang hadir, nama-nama orang hadir, acara dalam ulang tahun itu, cuaca saat ulang tahun. Misalnya terjadi hujan atau saat cuaca cerah.
Selanjutnya temanmu akan bertanya bagaimana kamu bisa mengenalnya. Nah, ceritakan pula olehmu secara panjang lebar agar jelas. Mulai pertama kamu melihatnya. Kemudian pada saat dia mendekatimu, hingga terjadi perkenalan. Kemudian ceritakan pula tentang kata-kata pertama dalam perkenalan itu, termasuk obrolan kamu. Ceritakan perasaanmu ketika dia mendekatimu dan berjabat tangan.
Selesai bercerita, matikan alat perekam itu dan kamu pulang. Sampai di rumah, hidupkan komputer dan alat perekam itu dan kamu dengar baik-baik. Apa yang kamu dengar dari alat perekam itu, kamu ketik kata demi kata.. Hasil rekaman itu sudah diketik bisa menjadi sebuah cerita. Jangan lupa cerita itu kamu perbaiki hingga menjadi cerpen yang baik dan menarik untuk dibaca.
Selamat mencoba !

2 komentar:

  1. biasanya kalo mau nerbitin novel atau cerpen itu susah gakk sii ?

    BalasHapus
  2. Wahh... jadi tmbh semangat,,, Thanx ya Admin. :)

    BalasHapus